Selasa, 03 Oktober 2017

NONTON BARENG PEMBERONTAKAN G30S/PKI

Pada masa lalu kita pernah sering dengar yang dinamakan Layar Tancap, yang dimana layar tancap tersebut dipergunakan untuk menonton Film yang layarnya terbuat dari Kain Putih besar agar penangkapan gambarnya pun terlihat jelas dengan Pencahayaan yang Redup.
dan Kini telah diadakan di Nonton Bareng di Lapangan Lantamal V bersama Keluarga besar KOARMATIM jl. Raya Hangtuah Wilayah kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Warga kelurahan Ujung Khususnya warga RW yang berada disekitar wilayah tersebut berbondong - bondong dengan atusiasnya berdatangan ke lokasi tersebut untuk menikmati dan menonton acara tersebut secara langsung dimana mereka mengingatkan atas susana seperti nonton Layar Tancap pada jaman dulu walaupun pemutaran film tersebut bukanlah Film Action yang diputar di Bioskop - Bioskop ternama melainkan pemutaran Film itu sendiri berupa Film Sejarah yaitu Pemutaran Film G30S/PKI di mana Kita semua diingatkan kembali atas Sejarah.
Nonton Bareng ( Nobar ) Pemutaran Film G30S/PKI bersama Keluarga besar Pangarmatim Bpk. Darmanto berserta Ibu. Ina Darmato dengan Keluarga Besar Prajurit Koarmatim dan Dihadiri warga Masyarakat Kelurahan Ujung Sekitar 5000 Penonto bertempat di depan POS POMAL Jl. Hangtuah BasisTNI AL Surabaya Wilayah Kelurahan Ujung kecamatan Semampir Kota Surabaya.

Jumat, 29 September 2017

VALIDASI CALON PESERTA PKH ( PROGRAM KELUARGA HARAPAN ) DI KELURAHAN UJUNG

SOSIALISASI PENGAMBILAN BANTUAN PROGRAM BPNT PKH TAHAP III & IV


Pada tanggal 23 September 2017 dari Pihak Dinas Sosial Team PKH ( Program Keluarga Harapan ) mengadakan Sosialisasi tentang Pengambilan Bantuan Tahap III & IV yang bertepat di Aula Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya. sasaran dari sosialisasi tersebut diadakan untuk kepada pihak Keluarga Miskin yang sudah terdaftar di database PKH dan tujuan dari bantuan Program BPNT PKH tersebut untuk membantu menyejaterakan Keluarga miskin Kelurahan Ujung Kecamatan semampir.
pembagian Bantuan PKH tersebut terdiri dari Beras, Gula, dan Minyak, persyaratan / ketentuan untuk pengambilan Bantuan tersebut harus menggunakan KARTU KKS ATM BNI, bagi yang tidak mempunyai kartu Kartu KKS ATM BNI tidak bisa mengambilan bantuan.
 pelaksanaan Program Bantuan BPNT PKH sudah terealisasi pada tanggal 26 September 2017 di Agen BNI Alif di JL. wonosari Tegal Surabaya. dan akhirnya pelaksanaan Program Bantuan BPNT PKH berjalan Lancar dan Kondusif.  

Kamis, 28 September 2017

Peninjauan Panen Raya Penanaman Cabe Surabaya Pedas

Pada Tanggal 16 September 2017 Dalam Rangka peninjauan Panen Raya penanaman Cabe Surabaya Pedas yang telah diadakan oleh Pihak Dinas Pangan Dan Pertanian Kota Surabaya  di sekitar flat RW 03 Basis TNI - AL di wilayah Kelurahan Ujung Kecamatan Semampir Kota Surabaya dengan ini Camat Semampir ( Hj. Siti Hindun Robba H.S.Pd, SE, M.Si ) bersama Lurah Ujung ( Bambang Kusmiyanto, SE ) , Kasie Bangtip Kelurahan Ujung dan Kasatgas Linmas Kelurahan Ujung beserta Ketua RW 03 beserta Ibu RW 03, Ibu PKK Flat RW 03 telah dilaksanakan peninjauan hasil panen Penanaman cabe di wilayah tersebut.

Selasa, 26 September 2017

Jembatan Petekan, Jembatan Canggih Jaman Belanda

Jembatan Petekan ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada awal tahun 1900-an bekerjasama dengan NV Bratt & Co. Jembatan ini dapat dinaikkan turunkan, sehingga pada masa itu menjadi jembatan yang cukup canggih. Di jamannya, jembatan ini berperan besar menggerakkan roda ekonomi Surabaya-Madura. Daerah sekitar Jembatan Petekan seperti Kembang Jepun dan Ampel juga ikut menuai imbas dari ramainya kapal-kapal yang singgah.
Dulu, kapal-kapal dagang yang menuju dan meninggalkan Surabaya dari sungai Kalimas melewati jembatan ini. Tujuan kapal-kapal tersebut ke Pulau Madura. Para rentang tahun 1960-1970 para pedagang mengambil barang di Surabaya dan mengirimkan barangnya dengan kapal-kapal tradisional melewati bawah jembatan ini (1960-1970). Jika kapalnya terlalu besar, maka jembatan itu dibukas setelah lewat, jembatan diturunkan kembali. Jembatan dapat naik dan turun dengan cara ditekan. Oleh karenanya orang-orang sekitar kemudian menyebutnya sebagai Jembatan Petekan. Dalam bahasa Jawa Petekan artinya “dipencet” atau “ditekan”.
Jembatan Petekan berada di kawasan Surabaya Utara, tepatnya di Jalan Jakarta tak jauh dari situ terdapat Monumen Jalesveva Jayamahe dan Pelabuhan Kalimas. Dari gerbang Markas Komando Daerah Timur Republik Indonesia yang menjadi pintu masuk Monumen Jalesveva Jayamahe, jarak jembatan ini hanya 100 meter. Tak begitu jauh di sebelah timur jembatan ini ada Masjid Ampel. Sementara di arah selatan jembatan, terdapat Jembatan Merah yang juga berada di atas sungai Kalimas.
Di sepanjang jalur Sungai Kalimas ini setidaknya ada delapan obyek yang menarik untuk dikunjungi. Dari arah utara ada Jembatan Petekan, kemudian Jembatan Merah, tempat terbunuhnya Brigadir Mallaby pada November 1945. Semakin ke selatan ada Jembatan Jagalan, Pasar Peneleh, Monumen Kapal Selam atau yang biasa disingkat Monkasel. Di sebelah selatan terdapat Pasar Bunga Kayoon yang dikenal sebagai pasar bunga terbesar di Surabaya. Lalu Jembatan BAT dan pintu air Jagir.
Saat ini jembatan tidak lagi berfungsi karena digantikan dengan bangunan yang baru pada tahun 1990-an. Jembatan yang tepat berada di sebelahnya itu sering disebut dengan nama Ophaal Brug. Dua jembatan bersejarah ini pernah ambruk, yaitu pada tahun 1992 dan 2000. Saat itu beberapa badan jembatan jatuh ke dalam sungai.
Sisi dan ruas-ruas jembatan yang masuk dalam cagar budaya ini banyak yang mulai hilang di sekitarnya banyak sampah dan plastik bertebaran. Pendangkalan yang terjadi di Sungai Kalimas serta air kotor berwarna kecoklatan seakan melengkapi pemandangan buruk jembatan tua ini.
Kendati kondisinya kini kumuh, namun jembatan ini menjadi bangunan yang sangat penting pada masa lampau. Hal itu tersirat dalam tulisan berjudul “Bangunan Cagar Budaya Ferwedarbrug/Jembatan Petekan. Konstruksi Jembatan Peninggalan Kolonial sebagai Penunjang Kawasan Kota Lama. Sesuai Surat Keputusan Wali Kota Surabaya 188.45/004/402.1.04/1998 nomor urut 47 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Tahun 2008.”

How to Get There :
Untuk menuju jembatan ini, wisatawan dapat memulainya dari terminal Bungurasih. Kemudian naik bus kota yang menuju Terminal Bratang. Setelah sampai di Bratang, wisatawan dapat menggunakan angkutan kota menuju Ujung Baru. Sebelum sampai ke Ujung Baru, hendaknya wisatawan menentukan untuk turun di Petekan. Sementara jika naik kendaraan sendiri, wisatawan dapat menuju ke arah Perak. Setelah melewati perempatan Barunawati, kemudian berbalik arah. Belok kiri lalu setibanya di Jalan Jakarta tak jauh dari situ terdapat perempatan yang dikenal dengan nama perempatan Golden. Dari situ jembatan hanya Kurang lebih 100 meter.
Untuk mencapai Jembatan Patekan, dapat naik bus dari Terminal Bungurasih menuju Terminal Bratang. Sesampainya disana, dapat menggunakan angkutan kota jurusan Ujung Baru dan turun di Petekan. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan dapat menuju kearah Perak. sesampainya di jalan Jakarta, arahkan kendaraan ke perempatan Golden. Dari titik ini Jembatan Patekan hanya berjarak sekitar 100 meter.
Kunjungan Wisatawan dapat di akhiri dengan menginap di Java Paragon Hotel & ResidencesSomerset Surabaya Hotel & Serviced Residence, Equator Hotel.
Peta Lokasi :
Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

(SUMBER : SURABAYA.PANDUANWISATA.COM)

NONTON BARENG PEMBERONTAKAN G30S/PKI

Pada masa lalu kita pernah sering dengar yang dinamakan Layar Tancap, yang dimana layar tancap tersebut dipergunakan untuk menonton Film y...